Home / AKADEMIK / BERITA / SEMINAR PENDIDIKAN PRA-NIKAH DENGAN TEMA “MENJEMPUT JODOH SURGAKU”

SEMINAR PENDIDIKAN PRA-NIKAH DENGAN TEMA “MENJEMPUT JODOH SURGAKU”

Perkuat Iman, Menjemput Jodoh Idaman
Pekalongan, 23 April 2016
Aktivitas Mahasiswa Islam (AMI). Universitas Pekalongan pagi ini telah berhasil menyelenggarakan acara seminar
pendidikan pra nikah dengan tema Menjemput Jodoh Syurgaku. Seminar yang dilakukan dalam rangka memperingati Hari Kartini ini dihadiri oleh kurang lebih 200 peserta. Baik itu dari mahasiswa Universitas Pekalongan sendiri, umum, maupun dari kalangan Delegasi Mahasiswa kampus lain. Acara seminar berjalan begitu meriah dengan
hadirnya Ustad Yosi Al Muzanni (penulis buku Nikah Phobia) dan Bapak Rizki Nuansa Hadyan, MM, Psi, (psikolog) sebagai narasumber.
Menurut ketua pelaksana, Sela Telagawati mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Pekalongan, seminar ini bertujuan untuk memberikan pendidikan khususnya para remaja agar dapat mempersiapkan diri dalam pernikahan nantinya agar tidak main-main.
Nikmat yang kadang tidak kita syukuri adalah nikmat sendiri. “ Jangan mengutamakan ekspektasi, dahulukanlah obsesi karena tidak ada yang mampu
memahami ekspektasi di awal pernikahan”, tutur Ustad Yosi di sela seminarnya. Dalam mencari jodoh bukan seberapa lama kita mengenal, tetapi seberapa besar kualitas dari orang yang kita pilih sebagai jodoh kita nantinya. Sendiri bukan menyepi, sendiri bukan berarti tidak bahagia, sendiri tetap dalam taat, sendiri bukan berarti tanpa karya.
“Kesalahan terbesar dalam mencari jodoh adalah terlalu berharap” kata Bapak Rizki di awal materinya. Menilai seorang itu introvert atau ekstrovert bukanlah menjadi sebuah masalah, yang terpenting adalah bagaimana kita memahami orang tersebut. Dalam usaha menjemput jodoh carilah perbedaan dari pasangan, jangan cari seberapa banyak persamaan antara dirinya dan kita. Menurut Bapak Rizki ada beberapa motif untuk menikah yang salah diantaranya, berdasarkan ketertarikan fisik, kemampuan ekonomi, tekanan dari orang tua, keterpaksaan, hamil diluar nikah, melarikan diri dari masalah, dan pemberontakan.
Ada banyak kendala dalam pelaksanaan seminar tersebut seperti kurangnya komunikasi antara pihak atasan (Rektor) dan panitia AMI, selain itu surat delegasi yang tidak tersampaikan dengan baik. Acara seminar ini sudah menjadi kegiatan tahunan dalam AMI. Untuk seminar kedepannya yang akan datang ketua panitia berharap agar kendala yang dialami pada tahun ini bisa dievaluasi dan menjadi lebih baik lagi. (Iroh&Tiara)

Foto Caraka Unikal.
Foto Caraka Unikal.
Foto Caraka Unikal.
Foto Caraka Unikal.

About admin

Check Also

Kontingen taekwondo unikal kembali menoterehkan prestasi dalam pertandingan taekwondo

SELAMAT & SUKSES Kontingen taekwondo unikal kembali menoterehkan prestasi dalam pertandingan taekwondo di semarang mendapat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *