A huge collection of 3400+ free website templates JAR theme com WP themes and more at the biggest community-driven free web design site
Home / KEMAHASISWAAN / INFO KEGIATAN / LOMBA BACA PUISI – LOMBA BACA PUISI

LOMBA BACA PUISI – LOMBA BACA PUISI

KETENTUAN LOMBA:

LOMBA BACA PUISI KATEGORI PELAJAR DAN UMUM
TINGKAT EKSKARESIDENAN
HIMPUNAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
UNIVERSITAS PEKALONGAN

1. Puisi terlampir.
2. Peserta hanya membacakan 1 buah puisi sekaligus penentuan juara
3. Penilaian : Pemahaman, Penghayatan, Vokal, Penampilan,
Aspek pemahaman meliputi ketepatan penafsiran, jeda, tekanan.
Aspek penghayatan meliputi ketepatan/takaran rasa, totalitas emosi dan ekspresi fisik.
Aspek vokal meliputi penyajian secara lisan, meliputi kenyaringan, kejelasan pengucapan, ketepatan artikulasi, dan intonasi.
Aspek penampilan meliputi keharmonisan keseluruh ekspresi lisan dan ekspresi fisik (wajah dan anggota tubuh), kesesuaian takaran rasa, kesopanan kostum, serta sikap (cara membawakan diri didepan pemirsa)
4. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.
5. Tidak diperkenankan menggunakan alat pengiring.
6. Bagi pelajar hanya diperkenankan mengajak satu guru pendamping pada saat lomba.
7. Uang pendaftaran sebesar Rp. 30.000,- untuk kategori pelajar, dan Rp. 40.000,- untuk kategori umum.

Bagi calon peserta di wilayah Pekalongan dan sekitarnya, uang pendaftaran wajib diserahakan langsung pada saat mendaftar.

Bagi calon peserta diluar wilayah Pekalongan dan sekitarya, uang pendaftaran dapat diserahkan pada saat hari pelaksanaan lomba namun dengan terlebih dahulu mengkonfirmasi pendafaran ke panitia. Tanpa konfirmasi terlebih dahulu pendaftar dari luar kota tidak akan terigisterasi. Atau bisa juga uang pendaftaran dapat ditransfer ke nomer rekening 0358569526 (BANK BNI) atas nama Agus Pramudyo kemudia mengkonfirmasi pendaftaran kepanitia (kontak person). Slip transfer wajib dibawa pada saat kegiatan guna keperluan registrasi ulang.
8. Setiap peserta mendapat sertifikat.
9. Kategori juara
Kategori Pelajar Juara I, II, III dan favorit
Kategori Umum Juara I, II, III dan Juara Favorit
Hadiah: Sertifikat, Piala , dan Uang pembinaan total hingga jutaan rupiah.
10. Pelaksanaan lomba Rabu 3 Agustus 2016 pukul 08.00 WIB sampai selesai di Auditorium Lantai 3 Gedung C.
Stan pendaftaran Gedung C lantai 1:
Kampus terpadu Unikal Jl. Sriwijaya No.3 Pekalongan.
11. Pendaftaran dilayani mulai tanggal 20 juni- 25 Juli 2016 melalui Himasatria kecuali hari libur.
12. Pendaftaran dilayani mulai dibuka pukul 09.00-15.00 WIB.
13. Peserta wajib daftar ulang (konfirmasi ulang setidaknya melalui telepon) pada tanggal 27 Juli 2016 melalui CP panitia pendaftaran.
14. Pendaftaran otomatis akan ditutup apabila peserta telah mencapai batas yang sudah ditentukan, yakni 100 peserta untuk keseluruhan kategori.
15. Pendaftaran, serta merta akan ditutup apabila peserta telah mencapai batas yang sudah ditentukan walaupun masa pendaftaran belum berakhir. Panitia hanya menerima 100 pendaftar untuk keseluruhan kategori.
16. Naskah puisi yang dilombakan bisa didapatkan saat pendaftaran atau di unduh melalui halaman fb:Himasatria
Melaui situs tersebut juga dapat di cek, nama-nama yang telah mendaftar lomba.

Melaui situs tersebut juga dapat di cek, nama-nama yang telah mendaftar lomba.
17. Untuk transportasi dan akomodasi seperti penginapan dan tempat transit tidak disediakan oleh panitia.

Peserta: Peserta dibagi menjadi dua kategori yakni,
1. Kategori Pelajar ( SMP, SMA dan SMK)
Hanya boleh mengirimkan maksimal dua peserta dari satu sekolah yang sama.
2. Kategori Umum.
Peserta kategori Umum adalah mahasiswa dan masyarakat umum.
• Juri :Lomba akan dinilai oleh tiga juri berkompeten. Juri lomba baca puisi akan diketuai oleh orang yang punya pengalaman baca puisi, seni, dan sastra dari tingkat regional sampai nasional. Identitas ketiga juri dirahasiakan demi menjaga objektifitas lomba.

CP: Pendaftaran:Trihono (082326273272)
Adhinda Ivony F (087764623085)
Khusni Aviyani (085743009198)

(PUISI UMUM)

RESONANSI INDONESIA
Karya Ahmadun Yosi Herfanda
bahagia saat kau kirim rindu
termanis dari lembut hatimu
jarak yang memisahkan kita
laut yang mengasuh hidup nakhoda
pulau-pulau yang menumbuhkan kita
permata zamrud di katulistiwa
: kau dan aku
berjuta tubuh satu jiwa
kau semaikan benih-benih kasih
tertanam dari manis cintamu
tumbuh subur di ladang tropika
pohon pun berbuah apel dan semangka
kita petik bersama bagi rasa bersaudara
: kau dan aku
berjuta kata satu jiwa
kau dan aku
siapakah kau dan aku?
jawa, tionghoa, batak, arab, dayak
melayu, sunda, madura, ambon, atau papua?
ah, tanya itu tak penting lagi bagi kita
: kau dan aku
berjuta wajah satu jiwa
ya, apalah artinya jarak pemisah kita
apalah artinya rahim ibu yang berbeda?
jiwaku dan jiwamu, jiwa kita
tulus menyatu dalam genggaman
sumpah pemuda!
Jakarta, 1999

ELEGI
Karya Toeti Heraty
kau gelisah sayang, katakan itu cinta
tampaknya malam akan menyingkirkan awan
tetapi pucuk-pucuk mendung
memercikkan getar
pohon tegak-tegak
rumput semak dan riuh kota telah lelap
bersembunyi dalam satu nada sunyi
menunggu adalah pembunuhan lambat
yang sedang berlalu
dan semangat hidup hilang melewati
lobang-lobang dalam kelam
kau gelisah sayang, katakan itu cinta
kau membuang muka tak mau melihat
bulan dilingkari sepi
sepi dan detak jantung dua-duanya menjadi
degup lambat dan semakin berat
menunggu taufan selesai.
April, 1969

PADAMU JUA
Karya Amir Hamzah
Habis kikis
Segala cintaku hilang terbang
Pulang kembali aku padamu
Seperti dahulu
Kaulah kendi kemerlap
Pelita jendela di malam gelap
Melambai pulang perlahan
Sabar, setia, selalu
Satu kasihku
Aku manusia
Rindu rasa
Rindu rupa
Di mana engkau
Rupa tiada
Suara sayup
Hanya kata
Merangkai hati
Engkau cemburu
Engkau ganas
Mangsa aku dalam cakarmu
Bertukar tangkap dengan lepas
Nanar aku, gila sasar
Sayang berulang padamu jua
Engkau pelik menarik ingin
Serupa darah dibalik tirai
Kasihku sunyi
Menunggu seorang diri
Lalu waktu—bukan giliranku
Mati hari—bukan kawanku
***

(PUISI PELAJAR)
TERATAI
(Ki Hajar Dewantoro)
Karya Sanusi Pane
Dalam kebun di tanah airku
tumbuh sekuntum teratai
tersembunyi kembang indah permai
tiada terlihat orang yang lalu
akarnya tumbuh di hati dunia
daun berseri, laksmi mengarang
biarpun dia diabaikan orang
seroja kembang gemilang mulia
teruslah, o, teratai bahagia
berseri di kebun indonesia
biarkan sedikit penjaga taman
biarpun engkau tak terlihat
biarpun engkau tidak diminat
engkau turut menjaga jaman.
1957

KEMBALIKAN INDONESIA PADAKU
Karya Taufiq Ismail
Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga,
Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat,
sebagian berwarna putih dan sebagian hitam,
yang menyala bergantian,
Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam
dengan bola yang bentuknya seperti telur angsa,
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang tenggelam
karena seratus juta penduduknya,
Kembalikan
Indonesia
padaku
Hari depan Indonesia adalah satu juta orang main pingpong siang malam
dengan bola telur angsa di bawah sinar lampu 15 wat,
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang pelan-pelan tenggelam
lantaran berat bebannya kemudian angsa-angsa berenang di atasnya,
Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga,
dan di dalam mulut itu ada bola-bola lampu 15 wat,
sebagian putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian,
Hari depan Indonesia adalah angsa-angsa putih yang berenang-renang
sambil main pingpong di atas pulau Jawa yang tenggelam
dan membawa seratus juta bola lampu 15 wat ke dasar lautan,
Kembalikan
Indonesia
padaku
Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam
dengan bola yang bentuknya seperti telur angsa,
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang tenggelam
karena seratus juta penduduknya,
Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat,
sebagian berwarna putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian,
Kembalikan
Indonesia
padaku
Paris, 1971

TANAH AIR MATA
Karya Sutardji Calzoum Bachri
Tanah airmata tanah tumpah dukaku
mata air airmata kami
airmata tanah air kami
di sinilah kami berdiri
menyanyikan airmata kami
di balik gembur subur tanahmu
kami simpan perih kami
di balik etalase megah gedung-gedungmu
kami coba sembunyikan derita kami
kami coba simpan nestapa
kami coba kuburkan duka lara
tapi perih tak bisa sembunyi
ia merebak kemana-mana
bumi memang tak sebatas pandang
dan udara luas menunggu
namun kalian takkan bisa menyingkir
ke manapun melangkah
kalian pijak airmata kami
ke manapun terbang
kalian hinggap di air mata kami
ke manapun berlayar
kalian arungi airmata kami
kalian sudah terkepung
takkan bisa mengelak
takkan bisa ke mana pergi
menyerahlah pada kedalaman
air mata kami
1991

Foto Himasatria Unikal.

About Edo Winarko

Check Also

PEKALONGAN ENGLISH FESTIVAL 2016

“Expose Your True Talent! ” Ayooo kawan, ikut berpartisipasi dalam PEF tahun ini… *singing contest …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *